Lingkar Jatim News - Perwakilan pemerintah Indonesia di Arab Saudi
tengah mengirim tim untuk memastikan apakah ada jemaah haji Indonesia
yang menjadi korban dalam peristiwa 'berjejalan' yang mengakibatkan
sejauh ini, sekitar 200 jemaah haji meninggal dunia.
Sementara korban yang cedera diperkirakan mencapai 400 lebih.
"Kita sedang melakukan pemantauan. Tim kami sedang bergerak," kata Wakil
Ketua Panitia Penyelenggara Haji Indonesia di Arab Saudi, Ahmad
Jauhari, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Kamis (24/09)
sekitar pukul 15.45 WIB.
Menurutnya, pihaknya baru saja menerima informasi bahwa telah: "terjadi
desak-desakan di Mina yang mengakibatkan 100 orang meninggal dunia dan
340 orang terluka.
Ditanya apakah pihaknya sudah memperoleh informasi apakah ada korban
dari jemaah haji Indonesia, Ahmad Jauhari mengatakan: "Justru itu belum,
karena tim kami sedang bergerak."
Sementara itu, staf khusus Menteri Agama, Hadi Rahman, mengatakan
pihaknya masih terus melakukan pengecekan dan tengah mencari cara untuk
pergi ke Mina.
Akses ke Mina 'sulit'
Dia mengaku akses sangat sulit karena jalan begitu macet.
"Rombongan Menteri Agama sedang bergerak menuju Mina, dan terus
menghubungi otoritas Arab Saudi, tapi kami belum menerima informasi yang
jelas," kata Hadi Rahman saat dihubungi wartawan BBC Indonesia, Ging
Ginanjar, melalui sambungan telepon.
"Kami juga belum menerima informasi dari jemaah haji Indonesia," tambahnya.
Laporan-laporan dari Arab Saudi menyebutkan sekitar 200 jemaah haji
meninggal dunia akibat berjejalan dalam prosesi haji di Mina.
Para pejabat keamanan, sebagaimana dikutip televisi Arab Saudi,
mengatakan sekitar 390 jemaah mengalami luka-luka sejauh ini dalam
insiden pada Kamis (24/09).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar