Jumat, 20 November 2015

Faktor Kecelakaan 2 KRL yang Tubrukan di Juanda Murni Human Error

 PT KAI: Faktor Kecelakaan 2 KRL yang Tubrukan di Juanda Murni Human Error
Lingkar Jatim News - Hasil penyelidikan internal PT KAI menyebutkan KRL yang menubruk KRL lainnya adalah asisten masinis. Penyebab kecelakaan 2 KRL yang bertubrukan di Stasiun Juanda murni kesalahan asisten masinis tersebut.

"Di sini jelas dari hasil penyelidikan yang kami lakukan, kesalahan ada pada kru. Karena sistem persinyalan normal. Yang terjadi yakni pelanggaran aspek merah atau melanggar sinyal. Murni human error. Tidak karena peralatan apapun," kata Direktur Keselamatan PT KAI Chandra Purnama dalam jumpa pers di kantor PT KAI, Jl Ir Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2015).

Direktur PT KAI Edhi Sukworo menyatakan bahwa yang mengemudikan kereta yang menubruk itu adalah asisten masinis. Atas kelalaiannya, sanksi tegas akan dilakukan namun menunggu hasil penyelidikan internal dari PT KAI.

"Sanksinya mulai dari administrasi hingga pemecatan. Namun kami masih menunggu sekarang," sambungnya.

Kondisi asisten masinis tersebut dalam keadaan sadar dan tidak mengantuk. Karena itu, kecelakaan ini disebut murni kelalaian pembacaan sinyal.

"Kondisinya sehat, tidak mengantuk. Waktu kerjanya juga belum melampaui 8 jam," pungkasnya.
(mnb/faj)
Tragedi Mina 2015, Terburuk dalam 25 Tahun Terakhir

Siapa Sebenarnya Sosok Kajari Surabaya?

Surabaya.(lingkar jatimnews) - Menjadi seorang jaksa bukan cita-citanya. Bahkan, ia mengakui tak pernah terlintas dalam benaknya, ia bakal menjadi seorang jaksa. Profesi wartawan adalah obsesinya sejak kecil. Karni Ilyas, Pemimpin Redaksi salah satu TV nasional, merupakan sosok yang mengilhami Didik bercita-cita menjadi pewarta.
   Kepiawaian Karni mengkolaborasikan ilmu jurnalistik dan ilmu hukum, sangat mempengaruhi langkah Didik menentukan jurusan akademisi yang ia tempuh. Alhasil, lulus SMAN 2 Bojonegoro, 1989 ia pun mendaftar kuliah dan hanya memilih satu jurusan, yaitu Fakultas Hukum di Universitas Brawijaya Malang. Hanya jurusan tersebut yang ia pilih, tanpa menyiapkan opsi jurusan lain.

Nasib baik, ia pun diterima dan menjadi mahasiswa di Universitas Negeri ternama di Jawa Timur tersebut. Mengapa kok tidak memilih jurusan komunikasi?. Ia berpikir, ilmu hukum ia dapat perdalami secara formal di fakultas, sementara ilmu jurnalis akan ia ‘timbah’ secara informal dengan aktif pada media kampus. Makanya sambil kuliah ia aktif di majalah mahasiswa Fakultas Hukum Unibra Malang bernama Manifest.

Awalnya, di media kampus itu, ia sebagai reporter. Selanjutnya naik jadi anggota Dewan Redaksi, kemudian Pemimpin Redaksi hingga terakhir menjelang lulus ia menjabat puncak jabatan sebagai Pemimpin Umum..(tpan).

Warga Ruko Rungkut Makmur Kecewa, Laporkan Pengembang ke Dewan

lingkar jatimnews - Merasa dikhianati PT Rungkut Makmur selaku pengembang lantaran fasilitas umum (fasum) yang semestinya diserahkan ke warga, kembali digunakan pengembang untuk keperluan bisnis, puluhan pemilik ruko Rungkut Makmur di Jl Raya Kalirungkut, Surabaya mendatangi gedung DPRD. Sayangnya dalam rapat hearing dengan tujuan mediasi yang digelar unsur pimpinan dewan, warga pemilik ruko Rungkut Makmur justru mengaku dikecewakan.
    Ketua Paguyuban Ruko Rungkut Makmur, Satrio Wicaksono mengatakan, warga yang juga pemilik ruko di Kompleks Ruko Rungkut Makmur telah melakukan jual beli dengan pengembang PT Rungkut Makmur. Proses jual beli, ujar dia, tentunya disertai dengan sejumlah fasilitas yang ditawarkan.

''Dalam brosur, janji, dan site plan yang ditunjukkan kepada para warga dinyatakan pemilik ruko di Kompleks Ruko Rungkut Makmur akan mendapatkan fasum berupa lahan parkir, jalan, dan taman yang luas, sehingga warga tertarik untuk membeli  ruko tersebut,'' ujarnya usai bertemu dengan Pimpinan DPRD Surabaya, kemarin (22/9).

Namun, ujar dia, setelah ruko ditempati tiba-tiba pihak pengembang berencana membangun ruko di atas fasum tersebut. Kondisi ini, kata Satrio, menimbulkan ketidaknyamanan dan kerugian yang diderita para penghuni.(tpan)

Rabu, 23 September 2015

Risma : "Tidak ada Kawasan Pinggiran di Surabaya

lingkar jatimnews - Entah ada kaitannya dengan misi paslon Rasiyo-Lucy yang saat ini sedang melakukan sosialisasi atau tidak, yang jelas Tri Rismaharini menegaskan bahwa di Surabaya tidak akan ada lagi sebutan kawasan pinggiran, karena pembangunan dilakukan diseluruh kawasan utamanya yang berkaitan dengan infrastruktur.
      :Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yakin dengan berjalannya pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) mampu menghilangkan sebutan masyarakat yang bermukim di Surabaya Barat sebagai kawasan pinggiran.

"Dengan JLLB maka tidak ada lagi kawasan pinggiran. Dengan jalur ring yang terhubung maka tidak ada kawasan pinggiran," kata Risma dalam sambutan peresmian pembangunan JLLB tahap I, Selasa (22/9/2015).

Selain itu, yang terpenting kata dia JLLB terkoneksi dengan dua ruas tol, Tol Surabaya-Mojokerto dan Tol Surabaya-Gresik. "Dengan terhubung seperti ini, orang yang awalnya ingin ke Gresik harus lewat tengah kota maka sekarang bisa langsung lewat JLLB sehingga beban jalan tengah kota terkurangi," imbuhnya.

Ia menyebut pembangunan JLLB yang diakui terlambat pelaksanaannya akan selesai dalam kurun waktu sekitar 2 tahun. Optimisme rampungnya proyek yang mempunyai panjang 19,8 km dengan lebar 55 meter ini disebabkan 80 persen dari lahan yang digunakan merupakan milik pengembang perumahan.(tpan)
q

Selasa, 22 September 2015

Rasiyo Yakin Berkas Lucy Lengkap



lingkar jatimnews - Meskipun seluruh tim pemenangan paslon Rasiyo-Lucy terus meyakinkan public jika berkas kedua calon yang dijagokan telah komplit, namun terkait LKHPN masih belum termuat di website KPK. Menanggapi hal ini, Rasiyo menyatakan bahwa berkas persyaratan pasangannya yakni Lucy Kurniasari telah lengkap seluruhnya.
lingkar jatimnews..Bakal calon Wali Kota Surabaya, Rasiyo tegaskan berkas pendampingnya di Pilkada Surabaya, Lucy Kurniasari lengkap dan optimis memenuhi syarat dan bertarung dengan pasangan Risma-Whisnu 9 Desember 2015.

"Semua berkas Ning Lucy sudah lengkap termasuk Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK," kata Rasiyo melalui sambungan telepon seluler, Rabu (16/9/2015).

Pantauan media lingkarjatimnews..di website KPK sekitar pukul 13.04 Wib di halaman informasi penerimaan LHKPN bakal calon kepala daerah, nama Lucy Kurniasari bakal calon Wakil Wali Kota Surabaya yang berpasangan dengan Rasiyo tidak tercatat.

Yang terdaftar sudah menyerahkan Tri Rismaharini, Whisnu Sakti Buana, Dhimam Abror yang dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh KPU serta Rasiyo.
oo
"Sudah lengkap, mungkin website KPK yang tidak update. Semua sudah lengkap kok," tutup Rasiyo.
(tpan).

Tersangka Pengeroyok DJ Aditya Minta Batalkan Dakwaan

lingkar jatimnews -Bayu Gunawan dan M Rizki Nurifandi, dua terdakwa perkara pengeroyokan Disc Jokie (DJ) Aditya Arya, meminta majelis hakim agar membatalkan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU), Senin (21/9/2015).

Dalam eksepsi (keberatan atas dakwaan JPU), kedua terdakwa melalui kuasa hukumnya, Yuliana menilai bahwa sesuai pasal 143 ayat 2b KUHAP maka dakwaan JPU tidak memenuhi unsur karena tidak jelas alias kabur dan juga tidak cermat.

Hal tersebut terlihat dalam dakwaan JPU saat kejadian, korban mengalami kecelakaan tunggal dan mengalami luka-luka. " Tapi tidak disebutkan secara detail sejauh mana luka yang dialami korban akibat kecelakaan tersebut," ujar kuasa hukum terdakwa.

Selain itu menurut kuasa hukum terdakwa, JPU juga menyebut jika dalam perbuatan hukum yang dilakukan terdakwa, JPU menyebut adanya saksi namun tidak disebut secara jelas dan gamblang saksi mana yang disebut.

"Untuk itu, kami memohon agar majelis hakim membatalkan dakwaan dan mengembalikan berkas dakwaan pada JPU karena jelas dakwaan JPU kabur," ujarnya.

Perlu diketahui, peristiwa pengeroyokan terhadap korban DJ Aditya dilakukan pada pertengahan Juni 2015 silam di jalan Ngagel. Pada saat itu, terdakwa bersama teman-temannya sedang menggelar balapan liar, saat itu juga mobil korban menyenggol salah satu terdakwa, lalu korban dikeroyok oleh terdakwa dan teman-temannya. (tpan)

Pilkada Surabaya Layak Masuk Guinness of Wold Record

surabaya..(lingkar jtimnews) - jika sebelumnya Tri Rismaharini Walikota Surabaya mengatakan jika proses pendaftaran Bacakada Surabaya aneh, kini calon petahana ini kembali membuat pernyataan lagi bahwa Pilkada Surabaya layak mendapatkan penghargaan tingkat dunia dari Guinness of Record, karena sempat ada kejadian salah satu paslon yang “menghilang”.

 Dalam acara bincang santai dengan sejumlah wartawan yang bertempat diteras rumah dinas Walikota, usai acara silaturahmi dengan mahasiswa pendamping CSR (campus social responsibility), Tri Rismaharini lebih banyak merespon berbagai pertanyaan bahkan ungkapan guyonan yang disampikan oleh sejumlah pemburu berita.

Ditanya tanggapannya soal Pilkada Surabaya, Risma tidak menyahut, namun dia sempat melemparkan kalimat yang bernada canda, bahwa Pilkada Surabaya layak mendapatkan penghargaan Guinness of Record tingkat dunia (GUINNESS WORLD RECORDS). Karena terjadi keanehan.

“mestinya bisa masuk Guinness of Record tingkat dunia, lha piye, lah wong ono calone seng ilang (lha gimana, lah wong ada calonnya yang menghilang-red),” ucapnya sembari tertawa lepas, seraya mengatakan bahwa ungkapan ini guyonan belaka. “ojo mbok tulis loh rek, iki mek guyonan (jangan ditulis loh ya, ini hanya candaan saja,” sambunganya.(tpan)

Jelang Penetapan Rasiyo-Lucy, Demokrat Ragukan Integritas KPU Surabaya



lingkar jatimnews - Tak terima jika kegiatan turun warganya dikatakan sebagai kegiatan curi start kampanye, Rasiyo spontan balik menuding bahwa pasangan petahana (Risma-Whisnu) justru lebih dulu bahkan lebih parah dari dirinya, karena dalam setiap kegiatannya selalu melibatkan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah).

 Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Dr Rasiyo-Lucy Kurniasari semakin gencar melakukan pendekatan ke warga Kota Surabaya. Sesuai tagline, Mantan Sekretraris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim dan Mantan Anggota DPR RI Dari Fraksi Partai Demokrat berkomitmen membangun Kota Surabaya mulai dari pinggiran Kota.

Pria yang telah malang melintang sebagai Kepala Dinas Pendidikan Jatim ini mempunyai cita-cita agar pembangunan di Kota Surabaya bisa dirasakan oleh warga pinggiran. dirinya menilai, pembangunan yang ada di Kota Pahlawan hanya terpusat di tengah Kota.

Oleh sebab itu, Bacawali yang diusung dari Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) merasa tergerak untuk membantu mensejahterahkan warganya jika terpilih nanti. Ditambah lagi, masa kampanye dinilai sudah sangat singkat. Oleh sebab itu, Dr Rasiyo kembali menyerap aspirasi sopir angkutan kota (angkot) di Terminal Joyoboyo, (tpan)

Senin, 21 September 2015

Pemohon SIM Meningkat

Lingkar Jatim News - Pemohon SIM di SIM Corner Pakuwon Trade Center (PTC) memang sangat minim. Jumlah pemohon baru melonjak pada akhir pekan.
Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Made Agus Prasetya menilai sepinya pemohon SIM di PTC sangat wajar. Masyarakat di sekitar PTC sangat sibuk. Inilah yang menyebabkan pemohon SIM sangat rendah. Setiap harinya SIM Corner hanya melayani antara 10-15 pemohon.
“Kami sudah rutin sosialisasi. Baik melalui radio maupun mobile,” kata Made Agus kepada lingkar jatim news, Kamis (21/5/2015).
Sosialisasi mobile dilakukan menggunakan mobil keliling. Mobil ini keliling ke perkampungan untuk sosialisasi keberadaan SIM Corner. Meskipun petugas sudah sering sosialisasi, tapi jumlah pemohon tetap tidak melonjak.
Menurut Made Agus, lonjakan tajam baru terjadi pada akhir pekan. Jumlah pemohon SIM bisa mencapai 100 orang per hari pada akhir pekan. Sebab, masyarakat sekitar banyak yang libur dan memanfaatkan waktunya untuk mengurus SIM.
Meskipun setiap harinya sepi pemohon, Satlantas belum berencana memindahkan SIM Corner ke lokasi strategis. Menurutnya, pemindahan lokasi tidak akan meningkatkan jumlah pemohon, karena masyarakatnya tetap beraktivitas pada hari biasa.
Sampai sekarang Satlantas baru membuka dua unit SIM Corner. Selain di PTC, Satlantas juga membuka pelayanan SIM Corner di Tunjungan Plaza. Perwira yang akan promosi menjadi Kapolres Trenggalek ini menyebutkan Satlantas belum berencana menambah jumlah SIM Corner.
“Sementara ini, dua SIM Corner itu yang akan kami maksimalkan dulu,” tambahnya.

Jumat, 18 September 2015

Double Track Kereta Lingkar Jatim Ditargetkan Rampung Tahun 2018

 
Lingkar Jatim News - Soekarwo Gubernur Jawa Timur mentargetkan double track kereta api jalur lingkar Jawa Timur bisa rampung sebelum tahun 2018 mendatang.

"Double track yang kita targetkan segera selesai adalah lingkar Surabaya-Ngawi, lantas lingkar timur Surabaya-Jember serta lingkar Surabaya-Malang-Kertosono," kata Soekarwo, Senin (25/5/2015).

Jalur kereta ini, nantinya akan disambungkan dengan double track trans Jawa yang saat ini sudah menyambung sejak bulan November 2014 yang lalu.

Dengan adanya double track lingkar Jawa Timur, Soekarwo yakin over kapasitas transportasi darat di Jawa Timur bisa segera terurai.

"Untuk mengurangi over di darat, saat ini pembangunan Tol dari Surabaya hingga Ngawi dan Solo juga terus dikebut," ujarnya.

Sedangkan untuk jalur udara, Bandara Juanda saat ini juga akan diperlebar. Lahan seluas 4.000 hektar juga telah disiapkan.

"Untuk jalur udara ini, targetnya pada tahun 2018 mendatang double runway dan gedung terminal tiga Juanda juga telah selesai," kata dia.

Sedangkan untuk jalur laut, pemerintah juga mendorong PT Pelindo III segera memperluas pelabuhan yang ada. Terminal Teluk Lamong yang saat ini hanya berkapasitas 1,5 juta TEUs, diharapkan juga segera dikembangkan hingga berkapasitas minimal 5 juta TEUs petikemas. (fik/dwi)
Tidak ada komentar:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar